Wednesday, April 17, 2013

DEMI MENGEJAR FERRARI

Balap mobil F1 sudah dimulai sejak beberapa minggu lalu. Dulu saya tak terlalu menyukai balapan mobil F1. Saya lebih menyukai balapan motor semacam MotoGP atau Superbike. Namun belakangan saya jadi menyukai balapan F1 juga. Banyak hal menarik yang saya lihat di balapan mobil F1 yang tak terjadi di balapan motor.

Yang paling mencolok adalah seragam-seragam unik dari crew tim F1. Mereka memakai seragam khusus yang bahkan lebih keren dari seragam para pembalapnya. Seragam ini dilengkapi dengan helm dan sarung tangan. Anda pasti sudah tahu apa tugas para crew ini. Ya, mereka bertugas mengganti ban mobil Formula One yang kembali ke pit. Balapan yang melahap puluhan lap memang membuat ban boros dan harus diganti.

Kecepatan orang-orang ini dalam mengganti ban cukup membuat saya geleng-geleng kepala. Ban diganti hanya dalam waktu kurang dari 3 detik. Sebuah kecepatan yang luar biasa. Ini didapat dari hasil latihan selama puluhan kali setiap hari. Latihan keras demi memenangkan timnya di ka
ncah balap mobil Formula One.
13661804481743919611

Walau baru menikmati balapan mobil F1 namun saya sudah punya jagoan di balapan mobil ini. Ferrari, tim jagoan saya. Saya tak asing dengan Ferrari jika menyangkut urusan mobil. Ferrari yang berlogo kuda jingkrak ini merupakan mobil top di jajaran mobil-mobil sport. Hanya orang-orang yang menyukai kecepatan yang memiliki mobil Ferrari. Saya beberapa kali melihat mobil Ferrari berkeliaran di jalanan Jakarta. Ferrari bukanlah mobil mahal bagi sebagian orang di Jakarta tapi masih sangat mahal buat saya (kasian ya saya).

Balik lagi ke F1, ternyata yang ada di dalam mobil Ferrari lebih ribet dari yang kita duga. Mobil ini dibentuk dari penelitian yang memakan proses panjang dan penelitian itu masih terus berjalan dan baru berhenti setelah mobil dipensiunkan alias berhenti dioperasikan. Ferrari berbahan bakar Shell, olinyapun dari Shell juga. Tak asing dengan Shell? Tentu saja.. SPBU Shell banyak bertebaran di Indonesia.

Shell yang bekerjasama dengan Ferrrari sejak tahun 1930 (udah lama banget ya) menginvestasikan 21.000 jam setiap tahunnya untuk terus meneliti dan mengembangkan Ferrari. Dibalik setiap mililiter bahan bakar dan oli Shell ada 50 ilmuwan yang terus bekerja di laboratorium milik Shell. Tujuannya tentu saja untuk membuat F1 Ferrari jadi mobil yang tak tertandingi di kancah balap mobil F1.

Di tahun 2012 saja ada 800 sample Shell Helix Engine Oil dan 600 sample Shell V Power (bahan bakar untuk Ferrari) yang sudah diteliti. Hasilnya adalah Ferrari pernah mencapai kecepatan tertinggi yaitu 346 kph di musim balap 2012. Terus fungsi-fungsi dari bahan bakar dan oli ini di Ferrari apa sih? Nih tugasnya… catet ya…
 
Shell V Power yang mengandung 200 komponen berbeda tugas utamanya adalah memberikan efisiensi dan perlindungan optimal pada mesin dan di saat yang bersamaan tetap menjaga daya dan pengendalian yang maksimal. Kalau oli Shell Helix memiliki fungsi melumasi, membersihkan, menyerap panas, mengurangi pembuangan daya melalui gesekan dan mencegah keausan mesin. Mantap kan tugasnya.

Kerjasama bahan bakar dan oli Shell ini telah menghasilkan 12 gelar juara Formula One bagi para pembalapnya dan 10 gelar juara Konstruktor. Tahun lalu Alonso duduk di podium 2 klasemen akhir terpaut 10 poin dari Vettel. Minggu lalu Alonso memenangi F1 China, saya yakin kemenangan demi kemenangan akan terus diraih oleh Fernando Alonso.
13661804921989937718

Lalu bagaimana kondisi di dalam kokpit Ferrari? Pertanyaan ini sering tercetus di benak saya saat melihat para driver ber balapan ria. Ternyata kondisi di dalam kokpit Ferrari dan tentu saja ini terjadi juga di kokpit mobil tim yang lain, tidak senyaman yang kita duga.

Tahukah Anda bahwa setiap driver akan kehilangan 3 kilogram berat badannya tiap kali selesai balapan disebabkan oleh temperatur yang tinggi di dalam kokpit dan tekanan G-forces yang sangat besar. Pengendara mobil F1 mengalami tekanan sebesar 5G setiap ia melakukan tikungan tajam, ini berarti ia mengalami tekanan lateral 5 kali lebih besar dari berat badannya sendiri.

Temperatur di dalam kokpit mobil F1 bisa mencapai 50 derajat celcius! Dan ini bisa meningkat bila balapan diselenggarakan di Negara-negara yang cuacanya panas. Wow! Kebayang nggak gimana rasanya di dalam kokpit? Tapi para pembalap F1 tentu sudah terbiasa dengan kondisi ini.

Karena penasaran dengan kecanggihan bahan bakar ini, Minggu lalu saya mengisi bebek saya dengan bahan Shell V Power yang per awal April sudah dijual di Indonesia. Hasilnya wuusssss… bebek saya langsung ngacir tapi tarikan mesinnya sangat enteng. Saya geber motor 90 km perjam, jalannya tetap halus tanpa goncangan besar yang bisa membuat saya hilang kendali atas bebek saya. Suara mesin yang keluarpun halus juga. Biasanya suara mesin yang keluar kasar kalau saya geber motor di atas 70 km perjam. Maklum bebek saya sudah berusia 6 tahun.

Untuk soal irit, Shell V Power juga membuat motor saya irit. Jarak tempuh rumah ke kantor dengan kemacetan yang sama dan kecepatan rata-rata sama hanya menurunkan kurang dari segaris posisi jarum di penunjuk tangki di dashboard bebek saya. Artinya kurang dari setengah liter bahan bakar yang yang dihabiskan.

Hal ini sangat memuaskan saya yang sering lupa kalau saya ada di jalan raya dan bukan di arena sirkuit. Tapi kalau gara-gara performa Shell V Power yang bikin mesin saya top ini saya jadi menantang duel Ferrari sih nanti dulu deh, kasian Ferrari jadi turun level gara-gara duel balap sama bebek saya hehehe…

No comments:

Post a Comment